Rabu, 19 September 2012

Ahmadinejad menemui Kelompok Yahudi

25/09/08 06:52
New York (ANTARA News) - 

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, bertemu sekelompok penganut aliran keras agama Yahudi yang menginginkan pembubaran negara Israel.

"Zionisme sudah sangat melemah dan, Insya Allah, akan segera hancur, dan kemudian, seluruh umat Yahudi, Muslim, dan Kristen dapat hidup dengan damai satu sama lain," kata Ahmadinejad kepada belasan rabbi dari Neturei Karta International, sebagaimana diberitakan Reuters.


Kelompok tersebut adalah organisasi anti-Zionis yang mempercayai Torah, kitab suci Yahudi. Torah melarang pendirian negara Yahudi sebelum kedatangan Mesiah. Kelompok itu juga mendukung kedaulatan Palestina di tanah mereka serta pemberian ganti rugi atas kejadian di masa lalu.


Kelompok tersebut juga menyebut diri "Persatuan Yahudi Menentang Zionisme".


Ahmadinejad menyampaikan kepada mereka bahwa Zionisme adalah gerakan politik yang "mencari kekayaan dan kekuasaan" serta "mengkorupsi bumi".


Belasan rabbi yang berpakaian hitam ciri Yahudi ultra-ortodok, duduk di meja bundar bersama Ahmadinejad dan rombongannya. Setelah pertemuan di salah satu hotel di Manhattan itu, mereka berfoto bersama.


"Kami sangat bahagia karena mendapat kehormatan dan keistimewaan untuk bertemu sosok termasyur yang mengerti perbedaan-perbedaan antara Zionisme dan Judaisme," kata petinggi kelompok rabbi itu, Moshe Ber Beck, kepada Ahmadinejad.


Ahmadinejad pernah mengatakan bahwa Israel seharusnya dihapus dari peta. Dia juga mengatakan bahwa kejadian Holocaust cuma mitos.


Pada tahun 2006, pemerintahnya mengatakan konferensi yang mempertanyakan fakta jika Nazi Jerman menggunakan gas untuk membunuh enam juta Yahudi saat Perang Dunia Dua.


Juru bicara kelompok rabbi tersebut, Yisroel Dovid Weiss, mengemukakan Ahmadinejad bukan musuh bangsa Yahudi. Ribuan kaum Yahudi tinggal di Iran tanpa ketakutan.


Ahmadinejad mengakhiri pertemuan itu dengan doa bersama para rabbi dengan mengatakan "Tuhan, tolong gagalkan propaganda para Zionis, biarkanlah mereka kehilangan harapan dan jadikanlah kemenangan untuk umatMu." (*)



Mungkinkah ini awal dari perdamaian yang akan tiba?

Tetangga Nabi Musa AS.disurga



Dari : Buletin Jum'at Sahara    
                                                                                   
Disela-sela munajat kepada Allah SWT di gunung Tursina, Nabi Musa bertanya: "Ya Allah, siapakah tetanggaku nanti disurga?".  
Allah pun menjawab dengan menyebutkan seorang pemuda berikut ciri dan alamatnya. Maka Nabi Musa bergegas menuju alamat tersebut hendak segera menemuinya. Dengan bantuan masyarakat sekitar kampung, Nabi Musa menemukan rumah sang pemuda. Setelah mengucap salam, Nabi dipersilahkan masuk. Namun sang pemuda tidak segera melayani tamu, melainkan masuk kembali ke kamar lalu keluar dengan menggendong seekor babi betina besar, kemudian memandikannya, dilapnya dengan kain kering kemudian menciumnya dengan penuh kasih sayang, lalu membimbingnya masuk kamar kembali.
 Setelah itu, sang pemuda keluar kembali sambil menggendong babi jantan yang lebih besar dan melakukan hal yang sama seperti terhadap babi pertama. 
 Karena heran Nabi Musa bertanya: "Apa agamamu?"
 Ia menjawab: "Agama Tauhid". 
Nabi Musa melanjutkan: "Kenapa kau lakukan ini, agama kita melarang memelihara babi". 
 Sang pemuda pun menjelaskan: "Tuanku, sebenarnya kedua babi itu adalah ayah dan ibu kandungku, karena dosa besarnya maka Allah merubah keduanya menjadi babi. Namun, meski mereka berdosa kepada Allah, itu urusan mereka dengan Allah, sedangkan aku sebagai anak berkewajiban selalu berbakti kepada keduanya. Tiap hari aku merewat mereka sepenuh kasih sebagaimana mereka mengasihiku sejak kecil. Tiap malam aku berdo'a agar Allah mengampuni dosanya dan mengembalikan kebentuknya semula."

Sejenak Nabi Musa merenung, lalu Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa: " Hai Musa, inilah tetanggamu disurga. Karena kasih tulusnya kepada ibu bapaknya maka Aku angkat ia sebagai orang shalih dan kelak menemanimu disurga. Berkat doanya yang tulus kepadaKu, maka Akupun mengampuni dosa kedua orang tuanya. Aku sediakan tempat bagi keduanya disurga."